bannerinfomingguiniklik

Salam Cogito Ergo Sum

gambarthinkeranimasi

FILSAFAT:

Andi Mallarangeng Bukan Politisi yang Cerdas

SEJAK 1973 saya memang punya hobi memperhatikan tingkah laku masyarakat. Tingkah laku di sini tidak hanya tingkah laku fisik, tetapi juga tingkah laku ucapan dan tulisan. Dari situ saya bisa menilai struktur logika atau pemikirannya. Itulah sebabnya sejak 1973 saya punya hobi menulis surat pembaca. Sifat surat pembaca saya yaitu memberikan pencerahan kepada pemerintah atau masyarakat tentang hal-hal yang kelihatannya benar, tetapi sebenarnya salah.

Salah satu politisi yang saya perhatikan yaitu Andi Mallarangeng. Di tiap tayangan televisi nada bicaranya bersifat narsis. Selalu menjelek-jelekkan pemerintahan masa lalu seolah-olah pemerintahan SBY merupakan pemerintahan yang terbaik sepanjang sejarah. Lantas menyebutkan kesuksesan-kesuksesan SBY yang sebenarnya merupakan kesuksesan semu.

Saya, sebagai alumni 4 PTN+2 PTS tentu bukan orang yang mudah dibodohi politisi. Dengan bermacam-macam imu pengetahuan yang saya miliki (multidiciplinary approach), dengan mudah saya bisa menilai apakah pendapat seseorang itu benar atau tidak benar.

Terakhir, di depan pers Andi Mallarangeng mengatakan bahwa dua pasangan capres (Mega Prabowo dan JK Wiranto) yang datang ke KPU untuk mempersoialkan kisruh DPT dianggap sebagai pasangan yang takut salah. Sebagai alumni Fakultas Filsafat uGM yang pernah memperdalam ilmu logika dan epistemologi, saya menilai logika Andi Mallarangeng ini merupakan logika yang apriori dan ngawur. Soalnya, dua pasangan capres itu memperjuangkan hak-hak konstitusional warganegara yang kehilangan hak pilihnya.

Sekali lagi, sebagai alumni 4 PTN+2 PTS saya sampai pada kesimpulan bahwa Andi Mallarangeng bukanlah politisi yang cerdas. Semua pernyataannya mencerminkan sikapnya yang narsis, apriori dan bermain-main kata dan angka saja.

HARIYANTO IMADHA

Alumni 4 PTN+2 PTS

http://ffugm.wordpress.com