Oleh: ffugm | Maret 23, 2011

FILSAFAT: Banyak Orang Mengira Ilmu Logika Itu Cuma Silogisme

“HA HA HA…” Pada 1980 saya cuma tertawa ketika banyak orang, terutama mahasiswa dan sarjana yang beranggapan dan berpendapat bahwa ilmu logika itu cuma silogisme. Yaitu, ada premis mayor,premis minor dan konklusi.Habis. Sayapun berpikiran, mungkin mereka cuma membaca buku “Pengantar Ilmu Logika”. Ya,iyalah. Di fakultas filsafat saja yang diajarkan juga cuma buku “Pengantar Ilmu Logika” itu. Mungkin di fakultas lain juga demikian.

Mendalami ilmu logika secara mandiri

Itulah sebabnya, saya mendalami ilmu logika secara mandiri. Tiap hari saya bongkar-bongkar dan baca-baca buku tentang ilmu di perpustakaan STF Driyarkara,Jakarta. Juga di perpustakaan LIPI,Jakarta. Juga di perpustakaan fakultas filsafat UGM dan perpustakaan lainnya. Seorang dosen saya berkomentar bahwa saya adalah satu-satunya mahasiswa yang memperdalam ilmu logika.

Buka cuma silogisme

Dari rajin membaca di perpustakaan, saya tahu bahwa ternyata logika bukan hanya silogisme. Ada logika simbolik, logika komparatif, logika kontradiksi, logika kontradiktori, logika matrik.logika bertingkat dan masih banyak lagi. Format logika ternyata jumlahnya lebih dari 1.000 variasi. Sedangkan silogisme itu merupakan “logika formal” yang hanya terbatas pada wilayah “logis” dan tidak sampai wilayah “benar.”

Contoh logika formal:

Premise mayor: Semua jururawat berbaju putih

Premis minor: Nunik berbaju putih

Konklusi: Jadi, Nunik adalah jururawat.

Konklusi itu logis dan salah.

Sebab “fakta”nya, Nunik bukan jururawat,melainkan dokter.

Dengan demikian,wilayah kebenaran adalah “fakta”.

 

Wilayah kebenaran ada pada logika material (epistemologi)

Sebuah konklusi harus sesuai fakta. Fakta harus didukung ilmu. Jadi, ada fakta ekonomi, fakta psikologi, fakta hukum, fakta antropologi,fakta budaya,fakta politik dan ribuan fakta lainnya. Sebuah konklusi yang tidak berdasarkan fakta adalah sebuah logika ilusi.

Syarat mempelajari logika material (epistemologi)

Sudah pasti, harus memahami banyak ilmu pengetahuan. Juga, harus didukung IQ yang tinggi. Kenapa harus IQ tinggi? Sebab proses bernalar dan berlogika menggunakan otak. Kalau IQ-nya tidak tinggi dan ilmunya sedikit, akan terjebak kepada kesimpulan yang sempit atau keliru.

Contoh logika material

Si A adalah seorang yang fanatik kepada capres A

Apapun yang dilakukan capres A pasti benar,lebih benar dan selalu benar

Manakala Si A melakukan kesalahan, maka Si A mengatakan itu bukan kesalahan, tetapi tetap kebenaran

Padahal setelah diuji melalui ilmu hukum, terbukti bahwa apa yang dilakukan capres A memang salah secara hukum.

Dengan demikian, kalau ada yang beranggapan bahwa logika itu identik dengan silogisme, maka itu adalah logika formal. Bukan logika material. Dan bukan logika seutuhnya. Logika seutuhnya ya logika formal yang harus dibuktikan melalui logika material ditambah ilmu pengetahuan yang berkaitan. Dan itu harus sesuai dengan fakta.

 

Sumber foto: islamthis.wordpress.com

 

Hariyanto Imadha

Penulis kritik pencerahan

Sejak 1973


Tanggapan

  1. Pak Hariyanto, saya juga tertarik utk mencari referensi mengenai ilmu logika ini. Klo boleh mhn disebutkan buku2 referensi yg bisa saya explore. Tentunya dimulai dari dr yg paling relevan utk pemula. Trm ksih sebelumnya.

    TANGGAPAN:
    Wah,saya kuliah tahun 1980′an. Tentu, buku2 ilmu logika saya tidak punya lagi. Apalagi dulu saya lebih suka baca2 buku2 ilmu logika di STF Driyarkara Jakarta, Fak Filsafat UGM, Perpustakaan LIPI Jakarta. Kalau saya sih tertarik buku3 ilmu filsafat moderen,filsafat yg bersifat kontemporer dan aplikatif. Filsafat masa kini.Mungkin bisa Anda dicari di Google. Dgn kata kunci “buku ilmu logika” “filsafat moderen” atau “pengantar ilmu logika”.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.