Oleh: ffugm | April 13, 2011

LOGIKA: Kesalahan Berlogika Akibat Pemahaman yang Keliru tentang Substansi Judul

SAYA membuat artikel psikologi berjudul “Apakah Gedung Baru Bisa Meningkatkan Kinerja Anggota DPR?”. Ada beberapa pendapat para pakar psikologi/manajemen yang saya muat di artikel tersebut. Robert L. Mathis dan John H. Jackson, Mangkunegara , David C. Mc Cleland dan lain-lain.

Inti dari semua pendapat pakar:

“Kinerja ditentukan oleh faktor motivasi”

Sedangkan gedung baru DPR:

“Hanya sebagai penjunjang saja”

Kemudian ada dua komentar:

1.Gedung baru bisa meningkatkan kerja

2.Gedung baru belum tentu bisa meningkatkan kerja.

Kedua komentar tersebut jelas salah. Letak kesalahannya adalah:

-Ini salah,sebab tak ada hubungan signifikan antara gedung baru dengan meningkatnya kinerja.

-Sebab di dalam gedung baru, meningkatnya kinerja ditentukan motivasi.

Di mana letak kerancuan berlogikanya?

Kalau judul artikel tersebut “Apakah Gedung Baru Bisa Meningkatkan Motivasi Kerja Anggota DPR?”, maka jawabannya :“bisa”,”tidak bisa” dan “belum tentu”. Tapi kalau judulnya ” Apakah Gedung Baru Bisa Meningkatkan Kinerja Anggota DPR?”,maka jawabannya hanya satu: “tidak bisa”.

Rumus logikanya:

A = gedung baru

B = motivasi

C = kinerja

Berdasarkan pendapat para pakar psikologi/manajemen:

C ditentukan B

A bisa meningkat B atau A tidak bisa meningkatkan B

Berarti secara tidak langsung A bisa dan tidak bisa meningkatkan C

Oleh karena itu, jawaban yang relevan yaitu C ditentukan oleh B dan tidak ditentukan oleh A karena A hanya sebagai penunjang munculnya B dan bukan faktor penentu B.

Kesimpulan

C ditentukan B dan C tidak ditentukan A.

Artinya, gedung baru tidak menentukan naiknya kinerja anggota DPR,sebab naiknya kinerja anggota DPR ditentukan oleh motivasi.

Jadi,kesalahan berlogika akibat kurang memahami substansi daripada judul artikel tersebut.Artinya, yang dipersoalkan adalah hubungan antara gedung baru dengan kinerja dan bukan hubungan gedung baru dengan motivasi

Logic Error

saya menamakan kesalahan berlogika seperti ini dengan sebutan “Substance Logic Error”

Sumber gambar: pasarminggu.lp3i.ac.id

Hariyanto Imadha

Pecinta Ilmu Logika

Sejak 1973


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.