METAFISIKA ada di agama, ilmu pengetahuan, klenik, psikologi, filsafat dan lain-lain. “Metafisika secara umum adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang ada dibalik hal-hal yang bersifat fisika”.Mantan presiden Amerika Abraham Lincoln pernah berkata “Janganlah Anda hanya melihat apa yang bisa Anda lihat (fisika). Tetapi, lihatlah apa di balik apa yang bisa Anda lihat (metafisika)”.
Semua ciptaan Tuhan sebenarnya memiliki aura. Tiap aura memang ada pengaruhnya terhadap sekeliling. Ada aura positif ada aura negarif. Bahkan Jepang berhasil menciptakan video aura yang menggambarkan bermacam-macam penyakit maupun tingkat intelegensia manusia.
1.Pendapat orang tentang SBY dan banyaknya bencana
Like an easy Sunday morning. Inginnya, bangun tidur, sarapan nasi goreng terasi telor ceplok, baca koran, leyeh-leyeh berangin di bawah jendela sambil mendengarkan themesong harian… Tapi membaca headline Kompas, Minggu, 4 Maret 2007: ‘Bencana di Manggarai, 21 Tewas’, membuat ‘easy Sunday morning’ saya jadi agak terganggu.(Sumber: http://usep.multiply.com/journal/item/539/SBY_Sumber_Bencana_Tanah_Air)
Sumber bencana ya, kok bencana lagi ya… !!!! Apa ini karena gubernur sumatera barat mendukung sby ya… Waktu deklarasi sby no di bandung dulu ???? Sehingga kena tumbal atau bencana nya rakyat sumatera barat ????
(Sumber:http://www.detiknews.com/commentpaging/2009/06/17/104938/1149207/10/1/depkes-korban-tewas-26-orang-14-belum-ditemukan)
2.Acara peluncuran buku “Bencana Bersama SBY”
Karangan budayawan Ridwan Saidi di Gedung Juang, Rabu dihadiri oleh ratusan orang, termasuk para dukun dan paranormal.
Dari penerawangan mereka SBY dianggap sebagai sumber bencana.(Sumber: http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/06/24/76886/Bawa-Dukun,-Kubu-SBY-Boediono-Sebut-Ridwan-Keterlaluan-)
Berikut rentetan bencana di era SBY yang dikupas oleh Ridwan Saidi:
-17 November 2004: Terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan 7 mobil di jalan Tol Jagorawi Kilometer 13.600 arah jakarta. Kecelakaan ini terjadi pukul 07.50 WIB, dalam suasana Idul Fitri. 6 Orang tewas dan 10 orang luka-luka. Kecelakaan ini terjadi sekitar 10 menit sebelum konvoi mobil Presiden SBY memasuki Tol Jagorawi melalui pintu tol Cibubur, Jakarta Timur.
-26 Desember 2004: Tsunami dan gempa di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.
-21 Februari 2005: Longsor menghajar tempat akhir sampah Leuwigajah, Cimahi, Jawabarat. Lebih dari 110 orang meninggal.
-Maret 2005: Gempa mengguncang Nias.
-2 Januari 2006: Banjir bandang menggerus Pati, Jember, Jawa Timur.
-27 Januari 2006: Banjir menggenangi Semarang.
-21 Februari: Longsor menimbun Ranomaut, Manado.
-6 April 2006: Banjir bandang menghantam Bima, NTB.
-14 Mei 2006: Gunung Merapi Meletus.
-27 Mei 2006: Gempa bumi mengguncang Yogyakarta dan Jawa Tengah.
-28 Mei 2006: Semburan lumpur panas Sidoarjo dimulai. Belum selesai hingga kini dan sudah menenggelamkan tiga kecamatan dan puluhan desa.
Tahun 2007, dibuka dengan kecelakaan yang bertubi-tubi di darat, laut dan udara. Tenggelamnya kapal Senopati Nusantara di Laut Jepara menghilangkan 400-an penumpang. Kemudian hilangnya pesawat Boeing 737-400 milik Adam Air menewaskan 102 penumpang dan awak.
Selain itu, lebih dari 100 ribu jamaah kelaparan di Arafah akibat kisruh katering pesanan. Gempa bumi kekuatan 5,7 skala richter mengguncang Sumatera Barat, 73 orang dinyatakan tewas.
Rabu 7 Maret pesawat Boeing737-400 jurusan Jakarta- Yogyakarta milik maskapai Garuda Indonesia terbakar di Bandara Adi Sucipto, 22 orang tewas.
Kelaparan di Papua, malgizi di berbagai daerah seperti NTB, NTT. Wabah SARS, flu burung, malaria, chikungunya, lumpuh layu, leptospirosis terus menyertai perjalanan bangsa dalam kepemimpinan SBY, sampai terjadinya bencana Situ Gintung pada April 2009 lalu. [mvi/ana].(Sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&q=SBY+sumber+bencana&start=30&sa=N)
3.Pemerintahan SBY yang Sekuler penyebab timbulnya banyak bencana
Hijrah itu berarti pindah atau mengungsi, karena itu Tahun Baru Islam di tengah “gebyar” bencana alam akhir-akhir ini juga menemukan arti yang sama yakni mengungsi atau relokasi. Pasalnya, bencana alam memaksa ribuan warga masyarakat dari 21 kabupaten/kota di Jatim untuk mengungsi agar tidak menjadi korban banjir dan longsor yang tewas seperti 31 orang lebih dari Ngawi, Pacitan, Bojonegoro, Ponorogo, Magetan, dan Trenggalek.
Pengungsi yang tercatat juga mencapai puluhan ribu orang, karena di Lamongan ada 4.457 rumah tenggelam dan delapan rumah roboh, sedangkan di Gresik ada sekitar 43 desa dari empat kecamatan yang tenggelam. Agaknya, pengungsi korban banjir di Jatim juga masih terjadi hingga menjelang Tahun Baru Islam 1 Muharram 1429 Hijriyah yang bertepatan dengan 10 Januari 2007 Masehi. Jadi, korban banjir berhijrah juga.
Realitas itulah yang mendorong Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Surabaya memasang poster bertuliskan “Sistem Sekuler Pangkal Bencana”
Dalam Pawai Tahun Baru Islam yang diikuti 800-an aktivis HTI Surabaya, dengan “start” dan “finish” di depan gedung negara Grahadi, Surabaya (10/1). “Umat Islam hendaknya ‘hijrah’ dari sistem jahiliyah yang batil (kejahatan) menuju ajaran Islam yang benar, sebab sistem jahiliyah merupakan sumber bencana seperti yang terjadi akhir-akhir ini,” kata Ketua HTI Surabaya, Fikri A Zuhdiar.(Sumber: http://beritasore.com/2008/01/18/tahun-baru-islam-di-tengah-gebyar-bencana/)
4.Apa kata Al Quran?:
17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada pemiimpin-pemimpin yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”
8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.” (Sumber: http://www.facebook.com/topic.php?uid=56442086101&topic=13477&start=60&hash=b3ed8c7221795a1e36829315dd37a2a0)
Kesimpulan:
Sejarah terutama sejarah agama Islam sudah membuktikan bahwa bencana alam merupakan ujian,teguran dan azab terhadap segala tingkah laku manusia, termasuk para pemimpinnya. Ini merupakan bukti bahwa bencana alam memang ada hubungannya dengan perilaku manusia, baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun para pemimpinnya.
Catatan:
Artikel ini merupakan Kumpulan Artikel yang ditulis oleh penulis lain.
Warning:
Awal dan akhir pemerintahan SBY, bangsa Indonesia akan mengalami bencana alam luar biasa (mega disaster)
Hariyanto Imadha
Penulis Kritik Pencerahan
Sejak 1973



bagus….
TANGGAPAN:
Thanks.
Oleh: Ezha Chii Chubbyy on Maret 22, 2012
at 4:41 am
bodoh yg mengatakan semua bencana itu tmbul karena kesalahan pak SBY. saya rasa semua itu adalah ujian dari allaah terhadap hambanya yang kufur.
TANGGAPAN:
Artikel itu merupakan pendapat orang-orang.Dan dunia metafisika memang hanya bisa dipahami orang2 tertentu. Orang lain mengatakan mereka bodoh karena mereka tidak faham ilmu metafisika.
Oleh: CRISTIAN ROY on April 7, 2012
at 5:48 pm