Oleh: ffugm | Agustus 22, 2011

METAFISIKA : Tuhan Tidak Turut Campur Urusan Pemilu dan Pilkada

BEBERAPA bulan yang lalu, saya lupa,hari,tanggal bahkan tahunnya. Emilia Contesa pernah tampil di salah satu televisi yang saya juga lupa nama televisinya. Maklum, saya sudah tuwir. Tapi saya masih ingat saat itu Emilia Contesa merupakan salah satu calon bupati (kalau ngggak salah) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Yang saya tidak lupa, di dalam acara bincang-bincang itu, Emilia Contesa mengatakan “Siapapun yang terpilih sebagai bupati nanti, itu adalah merupakan takdir Tuhan”. Nah, saya tersenyum mendengar kalimat itu. Sebab, saya tahu benar kalimat itu hanya diucapkan oleh orang yang tidak memahami ilmu filsafat pada umumnya dan ilmu metafisika pada khususnya.

Sebenarnya kehidupan di dunia ini berjalan atas dasar dua faham, yaitu faham determinisme dan faham fredomisme yang bisa berjalan bersama-sama. Di samping itu juga berjalan atas logika Tuhan, logika alam dan logika manusia.

Determinisme itu apa?

Determinisme yaitu faham yang mengatakan bahwa semua kejadian di dunia ini sudah ditentukan Tuhan. Bahkan jatuhnya daun-daunan juga sudah ditentukan Tuhan.

Faham ini tidak sepenuhnya benar. Ketika Tuhan menciptakan Nabi Adam dan Siti Hawa dan setan, maka sesungguhnya Tuhan memberi mereka kebebasan (freedom) untuk memilih. Pada saat setan membujuk Nabi Adam untuk memakan buah terlarang, maka yang memilih untuk memakan atau tidak memakan adalah pilihan Nabi Adam sendiri. Bukan dipilihkan Tuhan. Begitulah, Nabi Adam akhirnya memilih memakan buah terlarang. Itu adalah bukti adanya faham freedomisme. Jadi, faham determinisme tidak berlaku untuk semua persoalan.

Faham determinisme berlaku di mana kebebasan manusia tidak mungkin mengatasinya. Terutama menyangkut hukum alam. Antara lain, manusia akan lahir, jadi bayi, bocah, remaja,tua dan meninggal. Ini merupakan faham determinisme di mana kebebasan (freedom) manusia tidak mungkin menghindari hukum alam itu.

Freedomisme itu apa?

Freedomisme adalah faham yang mengatakan bahwa manusialah yang menentukan segala-galanya. Mau sukses atau mau gagal, manusialah yang menentukan. Mau masuk sorga atau neraka, manusialah yang menentukannya. Mau berpahala atau berdosa, manusialah yang menentukannya.

Namun faham ini juga tidak berlaku untuk segala urusan. Tentu, kelahiran, rezeki, jodoh dan kematian sudah ditentukan Tuhan. Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan.

Lantas, apa maksud Tuhan tidak mencampuri urusan pemilu dan pilkada?

Jelas, Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum/ummat kalau kaum/ummat itu tidak mau mengubahnya. Artinya, manusialah yang diberi kebebasan untuk memilih atau tidak memilih pemimpin,capres-cawapres atau wakil rakyatnya. Dan mereka memilih atas dasar segenggam otak yang diberikan oleh Tuhan. Mereka memilih atas kebebasan (freedom) yang diberikan oleh Tuhan. Tuhan tidak ikut campur.

Pemimpin bisa saja terpilih bukan karena takdir

Antara lain karena pemimpinnya ganteng/cantik, memanipulasi DPT, menyuap oknum KPU/KPUD, money politic, karena pengaruh hasil lembaga survei bayaran, karena iklan yang gencar, karena janji-janji kosong, karena mengobral angin sorga, karena kharisma,karena popularitas,dll.

Bukan takdir

Dengan demikian, apabila Bung Karno terpilih sebagai presiden, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Mega dan SBY terpilih sebagai presiden, maka itu bukanlah takdir dari Tuhan, melainkan hasil dari kebebasan (freedom) yang dimiliki manusia. Tuhan tidak pernah mencampurinya.

Tentu, itu juga tidak berlaku untuk seluruh urusan memilih pemimpin. Pada saatnya, apabila kaum/ummat berkali-kali salah memilih pemimpin, maka pada saat yang tepat Tuhan akan menghadirkan seorang “satrio piningit”, yaitu seorang pemimpin yang benar-benar jujur, adil, tegas, cerdas dan amanah. Hanya, kapan waktunya, Tuhan tidak pernah memberitahukannya.

Determinisme dan freedomisme berjalan bersama-sama

Maka sesungguhnya, di dalam kehidupan manusia, determinsme dan freedomisme bisa berjalan bersama-sama.

Contoh:

Si A membunuh Si B.

Jika Si A membunuh Si B, tentu itu bukan takdir,tetapi karena freedomisme

Jika Si B dibunuh Si A, tentu itu bukan karena Si B punya freedomisme, tetapi Si B dibunuh karena takdir.Si A membunuh Si B karena Si A menggunakan Logika Manusia. Sedangkan Si B dibunuh Si A karena faktor Logika Tuhan.

Kesimpulan

1.Determinisme dan freedomisme bisa berjalan bersama-sama tetapi bisa juga berjalan sendiri-sendiri

2.Determinisme dan freedomisme ada batasnya

Ilmu metafisika adalah merupakan matakuliah yang paling sulit seesudah ilmu logika di fakultas filsafat.Untuk memahami perlu proses pembelajaran yang mendalam tentang ilmu metafisika itu sendiri. Tentu ilmu metafisiika harus berbasiskan ilmu-ilmu lain, antara lain agama dan ilmu pengetahuan lainnya.

Semoga bermanfaat

Hariyanto Imadha

Penulis Kritik Pencerahan

Sejak 1973


Tanggapan

  1. Tulisan saudara Hariyanto ini sangat berkesan bagi saya, sungguh bisa jadi wawasan baru.

    Membaca tulisan saudara pada pengertian Freedomisme diatas, “Mau masuk sorga atau neraka, manusialah yang menentukannya”, namun Tuhan juga menentukan batas-batas perilaku manusia terhadap pencapaian surga maupun neraka, apakah itu berarti Tuhan membatasi kebebasan manusia dengan determinisme-Nya? apakah juga berarti determinisme lebih kuat dibandingkan fredomisme?

    Mohon maaf jika pertanyaan saya bikin saudara tertawa, namun saya masih sangat ingin tahu jawabannya.

    Terima Kasih.

    TANGGAPAN:
    Freedom yang dimiliki manusia memang ada batasnya.
    Di mana batasnya, hanya Tuhan yang tahu.
    Di dalam Determinisme,sesungguhnya juga ada freedomisme.
    Di mana batasnya, hanya Tuhan yang tahu.
    Cara berpikir manusia, terbatas pada Logika Manusia
    dan manusia tak mungkin mampu memasuki wilayah Logika Tuhan.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.