ORANG yang cara berpikirnya “dogmatis-pasif” sering mengatakan “Jangan mendahului rencana Tuhan, sebab hanya Tuhan yang maha Tahu apa yang akan terjadi”. Benarkah? Ada benarnya dan ada tidak benarnya. Memprediksikan apa yang akan terjadi harus dilihat dulu konteksnya. Jangan lantas semua prediksi, estimasi atau ramalan itu pasti tidak boleh. Dalam hidup ini kita harus menjadi manusia yang cerdas, apalagi kalau kita mengaku umat beragama.
B.Beberapa prediksi, estimasi dan ramalan yang tidak boleh
Yaitu segala bentuk prediksi, estimasi dan ramalan tentang suatu kejadian yang tidak didukung data-data empiris dan tidak didukung keahlian atau kompetensi tertentu
Contoh:
1-Ramalan kiamat Qubro
Ramalan kiamat qubro atau kiamat besar adalah akhir jaman. Karena Tuhan yang menciptakan alam semesta dan seizinya, maka hanya Tuhan pula yang Maha Tahu kapan datangnya kiamat qubro.
2-Ramalan nasib (astrologi, shio, weton, wuku, garis tangan, tahi lalat dan semacamnya
Ramalan semacam ini tergolong “pseudo science” atau ilmu semu yang tidak didukung metodologi ilmiah maupun fakta-fakta empiris
3-Ramalan jaelangkung, binatang dan semacamnya
Ramalan seperti ini sifatnya sangat spekulatif dan bisa jadi memperalat mahluk halus yang sangat dilarang agama
4-Ramalan dukun atau paranormal
Ramalan dukun biasanya bersifat untung-untungan dan motivasinya hanya ingin mencari uang. kalau ramalannya benar, itu karena faktor kebetulan saja. Ilmu yang dipakai hanya ilmu “kira-kira” saja. Hanya memberi kemungkinan-kemungkinan.
5-Ramalan kartu Tarot , angka, nomor dan semacamnya
Ramalan demikian sebenarnya sifatnya mengada-ada saja. Ilmu yang dipakai yaitu “otak-atik gathuk”. Dicocok-cocokkan.
A.Beberapa prediksi, estimasi dan ramalan yang boleh
Yaitu segala bentuk prediksi, estimasi dan ramalan tentang suatu kejadian yang didukung data-data empiris dan didukung keahlian atau kompetensi tertentu
Contoh:
1-Ramalan Jayabaya/Ronggowarsito
Ramalan jayabaya/Ronggowarsito basisnya adalah karya sastra yang mempunyai nilai-nilai filsafat yang tinggi. Beliau bukan dukun ataupun paranormal. Tetapi seseorang yang mempunyai indera keenam yang tinggi. Mempunyai kemampuan indigo atau kemampuan lebih yang tidak dimiliki orang lain. Memiliki intuisi yang tajam. mampu membayangkan apa yang akan terjadi di kemudian hari berdasarkan logika-logika yang masuk akal. Memang, ada satu dua orang yang mendapat “anugerah” Tuhan untuk memprediksikan apa yang akan terjadi dan biasanya benar.
2-Ramalan cuaca/iklim
Ramalan berdasarkan fakta-fakta empiris, metodologi ilmiah. bahkan didukung peralatan moderen dan canggih. Meskipun demikian ilmiahnya, namun sesekali meleset juga.
3-Ramalan ilmiah
Ramalan ilmiah yaitu ramalan berdasarkan metode-metode tertentu. Misalnya, ramalan hasil penjualan tahun depan berdasarkan data penjualan selama lima tahun sebelumnya dengan menggunakan metode “least square” atau statistik.
4-Ramalan filosofis
Ramalan filosofis yati ramalan berdasarkan aneka ragam aliran berpikir dan sekala implikasinya. Misalnya meramalkan akibat cara pikir neolib, kapitalisme, persepsi masyarakat, ramalan pemenang capres-cawapres berdasarkan hasil survei ilmiah dan semacamnya.
5-Ramalan guyonan
Ramalan guyonan adalah ramalan yang tidak serius. Jadi, tak perlu ditanggapi secara serius. Biasanya hanya untuk mengisi waktu senggang, memberikan kejutan atau surprise atau “ngerjain” orang. Motivasinya hanya untuk kesenangan belaka.
Nah, Anda jangan asal bilang “Jangan meramalkan apa yang akan terjadi, sebab hanya Tuhan Yang Maha tahu”. Yah, harus diluhat dulu konteksnya. jangan asal bicara tanpa mengetahui dan memahami konteks dari ramalan ttersebut. Juga harus mengetahui siapa, dalam rangka apa dan apa metode yang dipakai.
Catatan
Sebuah ramalan tidak bisa disalahkan/dibenarkan saat sekarang dan seketika, sebab salah atau benar pembuktiannya ada saatnya tertentu. Di suatu saat nanti.
Saran
Jadilah umat beragama yang cerdas!
Hariyanto Imadha
Facebooker/Blogger


