ADA yang berpendapat bahwa kehidupan ini semuanya ditentukan Tuhan (determinisme). Ada juga yang berpendapat bahwa kehidupan ini tergantung manusianya (freedom). Padahal yang benar adalah perpaduan antara determinisme dan freedom. Juga adanya faktor-faktor kebetulan (by accident).
Bahkan Carl Gustav Jung mengatakan “Hanya orang bodoh yg percaya kepada kebetulan”. Sementara Albert Eistein mengatakan “Tuhan tidak bermain dadu”. Harus dipahami bahwa Carl Gustav Jung adalah pakar psikologi, bukan pakar ilmu logika. Sementara Albert Eistein adalah pakar Ilmu Fisika, bukan pakar ilmu logika. Artinya, apa yang mereka katakan harus dipahami dalam konteks yang benar. Keduanya hanya berpikiran berat sebelah, yaitu hanya percaya adanya determinisme. Sebuah logika yang tidak sempurna.
Determinisme
Sesungguhnya semua ciptaan Tuhan sudah dilengkapi dengan “program” yang akan terjadi dengan sendirinya. Untuk alam sudah dilengkapi dengan “logika alam” atau “hukum alam” dan untuk manusia dilengkapi dengan “logika manusia” atau hukum manusia.
Freedom
Kalau Nabi Aam dan Siti Hawa memakan buah terlarang, itu bukan karena determinisme, tetapi karena Nabi Aam dan Siti Hawa menggunakan freedom yang dimilikinya.
By Accident
Kenapa SBY yang terpilih sebagai presiden? Kebetulan, SBY (yang memiliki freedom) ikut dalam pemilu. Secara kebetulan pula 62% pemilihnya masih buta politik.Mereka memilih presiden hanya berdasarkan “ilmu kira-kira” yang bersifat spekulatif.
Perpaduan determinisme,freedom dan by accident
Sesungguhnya semua ciptaan Tuhan memiliki ketiga aspek tersebut. Dan ini hanya bisa dipahami di dalam konteks Logika Tuhan. Bukan di dalam konteks Logika Manusia
Perlu mendalami ilmu filsafat
Artikel saya tentang filsafat sebenarnya sudah menggunakan istilah sederhana yang mudah dipahami. Namun, kalau dibaca oleh orang yang tidak punya basis ilmu filsafat, tentu dianggap aneh. Bahkan mungkin dianggap salah dan ditertawakan. Tidak apa-apa. Sebagai penulis pencerahan (sejak 1973) saya sering menemukan adanya komen-komen oleh orang yang sesungguhnya tidak memahami artikel yang saya buat.
Catatan:
Kata “determinisme”,”freedom” dan “by accident” harus digunakan pada “case” yang tepat.
Sumber foto: jelajahunik.blogspot.com
Hariyanto Imadha
Facebook/Blogger


