Oleh: ffugm | November 21, 2011

FILSAFAT: Beda Cara Berpikir Mundur dan Berpikir Maju

ORANG Indonesia itu banyak yang asal bicara tetapi tidak didukung argumentasi atau penaaran yang jelas. Misalnya, mengatakan orang lain cara beroikirnya mundur. Tidak maju. Tetapi kalau ditanya cara berpikir mundur itu bagaimana? Cara berpikir maju itu bagaimana? Jawabannya ngawur.

Dunia berpikir atau dunia pemikiran adalah dunia ilmu filsafat. Oleh karena itu telaah pemikiran adalah telaah filsafat. Dan tujuan artikel ini adalah membuka cakrawala pemikiran yang jelas agar kita tidak asal bicara.

Jadi,ada dua macam pemikiran

1.Pemikiran mundur

2.Pemikiran maju

 

ad.1.Pemikiran yang mundur

Pemikiran adalah cara berpikir, cara bernalar atau cara berlogika. Tiap cara berpikir pasti mengandung implikasi atau akibat. Tiap akibat bisa bersifat positif atau negatif. Jika implikasinya banyak negatifnya, maka itulah cara berpikir mundur.

Contoh:

Ada yang  mengusulkan agar jumlah parpol di Indonesia tidak dibatasi dengan alasan demokrasi.Ini cara berpikir mundur sebab semakin banyak parpol, maka implikasi negatifnya cukup banyak. Antara lain, rakyat semakin bingung melihat banyaknya partai. banyaknya partai akan mengakibatkan banyaknya anggota DPR yang harus digaji memakai uang rakyat. gaji diambil dari APBN. Dengan kondisi APBN yang banyak utang, maka semakin banyak anggota DPR semakin berat beban APBN. Dengan demikian, semakin banyak parpol semakin membebani APBN sekaligus membebani rakyat.

Alasan demi demokrasi memang baik. Tetapi kalau implikasi atau dampak negatifnya cukup banyak, maka cara berpikir demikian merupakan cara berpikir yang mundur. Sebab, tidak efisien dan tidak juga efektif.

ad.2.Pemikiran yang maju

Pemikiran adalah cara berpikir, cara bernalar atau cara berlogika. Tiap cara berpikir pasti mengandung implikasi atau akibat. Tiap akibat bisa bersifat positif atau negatif. Jika implikasinya banyak positifnya, maka itulah cara berpikir maju.

Contoh:

Sayalah yang mengusulkan KTP Nasional. Usul tersebut dimuat di Harian Suara Pembaruan/ Sinar Harapan . Dasar pemikirannya yaitu, KTP Nasional yang dilengkapi NIK (Nomor Induk Kependudukan), sidik jari dan microchips dan bahkan barcode akan punya banyak dampak positif. Apalagi jika didukung management information system (MIS) secara online. Memang perlu dana besar, namun dampak positifnya lebih banyak. Antara lain, menghindari adanya KTP palsu, menghindari adanya KTP ganda. Memuat data-data kependudukan yang lengkap atau database kependudukan yang lebih lengkap dan mudah diupdate. NIK juga berguna untuk menertibkan administrasi kependudukan dan administrasi surat-surat penting (sertifikat tanah, surat pernikahan, dan surat-surat penting lainnya).

Kesimpulan

1.Pemikiran yang mundur yaitu maksudnya baik tetapi memiliki banyak dampak negatif

2.Pemikiran yang maju yaitu maksudnya baik dan memiliki banyak dampak yang positif pula.

Dunia pemikiran adalah dunia filsafat. Oleh karena itu, bila Anda berbicara tentang dunia pemikiran, Anda harus memahami dunia ilmu filsafat. Dengan demikian argumentasi atau penalaran Anda akan punya basis yang kuat.

 

Hariyanto Imadha

Alumni Fakultas Filsafat


Tanggapan

  1. Nice. Ternyata bedanya cukup sederhana. Pikiran mundur adalah gagasan yang menghasilkan efek negatif. Pikiran maju menghasilkan efek positif. Begitukah?

    TANGGAPAN:
    Benar.Dari sudut ilmu logika memang demikian.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.