Oleh: ffugm | Juni 12, 2013

LOGIKA: Salah Pemahaman tentang Profesi Pengamat

FACEBOOK-SalahPemahamanTentangProfesiPengamat

TIAP ada acara sepak bola yang ditayangkan di TV, pastilah ditampilkan sosok pengamat sepak bola. Dalam waktu tertentu pengamat tersebut akan memberikan pendapat-pendapat, komentar-komentar atau argumen-argumen tentang pemain dan permainan sepak bola yang akan, sedang atau telah dilaksanakan. Dan terkadang kita mendengar komentar:” Ah, pengamat sepak bola bisanya kan cuma ngomong doang!“. Kalimat tersebut kelihatannya benar, padahal kalau dianalisa dari sudut ilmu logika, pendapat tersebut logis saja wilayahnya.

Apakah pengamat itu?

Pengamat adalah sebuah profesi utama, profesi sampingan atau hobi yang dimiliki seseorang atas bidang tertentu yang dilihatnya, dipahaminya,dipelajarinya berdasarkan pengetahuan atau keahliannya di bidang teori atas bidang tersebut dan disampaikan secara lisan. Bukan dalam bentuk tindakan.

Jelaslah bahwa tugas pengamat adalah menulis atau berbicara. Bukan berbuat. Syaratnya yaitu pemahamannya atas teori-teori pada bidang tertentu yang dipelajari berdasarkan pengalamannya sendiri, pengalaman orang lain atau dari literatur.

Pengamat sama dengan ustadz

Kalau dikatakan pengamat cuma bicara, maka banyak sekali profesi yang cuma bicara. Antara lain ustadz, guru SD sampai dengan SMA, dosen, penjual jamu, presenter TV, penyiar radio dan lain-lain. Mereka semuanya adalah dalam ruang lingkup “profesi oral” atau “profesi bicara”.

Pemain bola belum tentu mampu jadi pengamat

Apakah orang yang praktek sepak bola sudah pasti menguasai teori bermain bola? Kalau ada yang menjawab “Ya”, maka konsekuensinya para pemain bola tidak perlu adanya seorang pelatih bola. Toh para pemain bola sudah menguasai teori dan praktek bermain bola. Apakah memang demikian? Ternyata tidak. Keberadaan pelatih bola tetap dibutuhkan. Demikian pula pengamat sepak bola juga masih dibutuhkan. Sebab peranan pengamat sepak bola adalah menyampaikan informasi kepada penonton TV atau pendengar radio tentang pemain bola dan permainan bola. Dengan adanya informasi tersebut, maka bagi para penonton TV atau pendengar radio akan mendapatkan informasi tambahan yang sangat berharga.

Ada banyak pengamat

Di dunia ini banyak pengamat, bukan hanya pengamat sepak bola. Ada pengamat ekonomi, pengamat budaya, pengamat lalu lintas, pengamat politik dan pengamat lain-lainnya. Profesi pengamat bukan hal yang aneh sejauh seorang pengamat harus benar-benar memahami teori, mampu membuat analisa, mampu berbicara, mampu menyampaikan informasi, mampu memberikan gambaran dan semuanya memang harus disampaikan secara tertulis atau lisan.

Kesimpulan

1.Seorang pengamat, misalnya pengamat sepakbola, pastilah bukan seorang praktisi yang sedang praktek. Yang penting dia harus menguasai teori.

2.Seorang praktisi,misalnya pemain bola, belum tentu menguasai teori sepak bola dan belum tentu pula menjadi seorang pengamat sepak bola yang profesional.

3.Pengamat sepak bola maupun praktisi atau pemain sepak bola adalah dua profesi yang berbeda. Masing-masing punya wilayah profesi sendiri-sendiri.

4.Seorang pengamat sepak bola tidak harus pemain sepak bola dan pemain sepak bola tidak harus seorang pengamat.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Pengamat perilaku berlogika

Sejak 1973

About these ads

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: